Sejarah Panjang Lahirnya HAM #6
Di pagi hari seperti biasa
antrian lift gedung IDB Dewi Sartika selalu ramai. Waktu menunjukan pukul 07.50
WIB membuat saya bergegas untuk cepat ke dalam kelas. Pagi ini mahasiswa tampak
sudah ramai mengisi ruang kelas, nampaknya mereka ingin agar tidak terlambat
untuk mengikuti perkuliahan. Di perkuliahan kali ini dosen mengampu memberikan
pemaparan materi lanjutan dari minggu lalu. Beliau memberian bahan bacaan dari
buku Peter Uvin dan meminta mahasiswa untuk membaca bab pertama untuk menjadi
referensi bahan materi perkuliahan.
Pemaparan materi di pertemuan
keenam ini dimulai dengan penjelasan sejarah munculnya HAM. HAM pertama kali disahkan legitimasinya oleh
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1948. HAM menjadi
suatu pernyataan yang disepakati bersama antar semua negara yang tergabung
dalam keanggotaannya di PBB. adapun tujuan pernyataan HAM ini sendiri untuk
memberikan legitimasi serta pengakuan HAM secara universal serta untuk
mewujudkan dunia yang lebih adil dengan nilai-nilai serta asas-asas yang
terkandung dalam HAM.
Lalu dosen pengampu melanjutkan
penjelasan mengenai Ekonomi, HAM dan Pembangunan dengan memberikan contoh
keadaan yang ada pada zaman-zaman pemikir terdahulu dimana terjadinya depresi
ekonomi pada tahun 1929, kemudian adanya statemen dari Keynes yang mengatakan
bahwa Pembangunan itu pemerintah harus melakukan investasi dalam hal
pembangunan infrastruktur sebagai penggerak ekonomi. Beliau memberikan contoh
kondisi yang terjadi pada negara liberal yang banyak dianut oleh negara Barat.
Penjelasan yang diberikan oleh
dosen nampak cukup panjang dan detail. Namun ketika waktu menunjukan pukul
10.30 WIB. Perkuliahan hari ini harus disudahi dan dosen memberikan kesimpulan
akhir dari perkuliahan hari ini. Mahasiswa pun kembali menjalankan rutinitas
nya mengikuti perkuliahan lain di Fakultas kami.
Comments
Post a Comment