HAM dan Pembangunan Pertemuan #1

      Pada pertemuan pertama perkuliahan matakuliah HAM dan Pembangunan diawali dengan penjelasan SAP dan kontrak perkualiahan. Pak Rahman selaku dosen, menjelaskan bahwa pada perkuliahan ini memiliki sistem penilaian yang baru. Sistem penilaian tersebut berupa penulisan diary/review tentang materi yang didapatkan pada pertemuan tatap muka tiap kali perkuliahan berlangsung. Di dalam sistem penilaian ini, dosen mengambil penilaian melalui proses dan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan yang kemudian dituangkan di dalam postingan di blog. Penilaian ini dilakukan sebagai pengganti UTS dan UAS yang mungkin akan ditiadakan jika penilaian dari penulisan di blog memiliki kriteria yang cukup dalam penilaian. Pak Rahman juga menjelaskan mengenai jumlah pertemuan tatap muka di kelas yang berjumlah 14 kali pertemuan. Hal ini dilakukan karena dipotong 2 pertemuan UTS dan UAS yang ditiadakan tersebut.
           Berangkat dari penjelasan SAP dan kontrak perkuliahan, Pak Rahman melanjutkan dengan pemberian materi mengenai HAM di Indonesia. Secara singkatnya beliau menyampaikan bahwa sesungguhnya HAM bukanlah merupakan indikator keadilan bagi rakyat Indonesia, melainkan menjadi alat penunggang kepentingan bagi segelintir kelompok. Konsepsi mengenai HAM dan Pembangunan juga tidak dapat disatukan, kedua hal bahkan dapat dikatakan tidak dapat disatupadukan. Di dalam sebuah negara, pelanggaran yang seringkali terjadi biasanya dalam hal aktifitas militer. 
              Dalam pertemuan-pertmuan selanjutnya Pak Rahman juga akan menjelaskan mengenai pelaksanaan HAM dan sejarah HAM itu sendiri di Indonesia. Yang tentunya juga diharuskan untuk dituliskan di dalam ini pada nantinya.

Comments

Popular posts from this blog

(TUGAS AKHIR) Kasus Bullying dalam Perspektif HAM dan Pembangunan

Sejarah Panjang Lahirnya HAM #6

HAM dalam Pembangunan #7